Daftar Isi/Contents SQ BLOG >> KLIK DISINI

Perbedaan al-Quran dengan Hadis Nabawi dan Hadis Qudsi

Minggu, 09 Desember 2012

Definisi Alquran telah kami kemukakan pada postingan sebelumnya [lihat]. Agar lebih jelas perbedaannya, terlebih dahulu kita perlu mengetahui definisi spesifik dari ketigannya. perhatikan ketiga defenisi tersebut seperti dibawah ini: 

1. Al-Qur`an adalah kalam Allah yang diturunkan kepada nabi Muhammad SAW dan yang membacanya dianggap ibadah; 
2.  Hadis nabawi ialah apa saja yang disandarkan kepada Nabi SAW, baik berupa perkataan, perbuatan, persetujuan, maupun sifat; 
3.  Hadits Qudsi adalah apa-apa yang disandarkan oleh Nabi Saw kepada Allah Ta’ala. 

a. Perbedaan Al-Quran dengan Hadis Nabawi 

Untuk perbedaan Al-Quran dengan Hadis Nabawi dapat dilihat dengan beberapa analogi dibawah ini:[1]

1) Al-Quran mukjizat Rasul sedangkan Hadis bukan mukjizat sekalipun Hadis Qudsi; 

2) Al-Quran terpelihara dari berbagai kekurangan dan pendistorsian tangan orang-orang jahil (lihat QS. Al-Hijr : 9) sedangkan hadis tidak terpelihara seperti Al-Quran. Namun hubungan keduanya tidak bisa dipisahkan antara satu dengan yang lain. Maka terpeliharanya Al-Quran berarti pula teroilaharanya Hadis; 

3) Al-Quran diriwayatkan seluruhnya secara mutawatir sedangkan Hadis tidak banyak diriwayatkan secara mutawatir. Mayoritas Hadis diriwayatkan secara Ahad; 

4) Kebenaran ayat-ayat Al-Quran bersifat qath’i al-wurud (pasti atau mutlak kebenarannya) dan kafir yang menginkarinya. Sedangkan hadis kebanyakan bersifat zhanni al-wurud (relatif kebenarannya) kecuali yang mutawatir; 

5) Al-Quran memiliki redaksi dan lafal nya dari Allah dan Hadis Nabawi dari Nabi sendiri berdasarkan Wahyu Allah atau Ijtihad yang sesuai dengan Wahyu; 
6) Kewahyuaan Al-Quran disebut dengan wahyu matluw (wahyu yang dibacakan sedangkan kewahyuan sunnah disebut wahyu ghayr matluw (wahyu yang tidak dibacakan) tetapi terlintas dalam hati secara jelas dan yakin kemudian diungkapkan nabi dengan redaksinya sendiri; 

7) Al-Quran hanya dinisbahkan kepada Allah, maka dari itu penyandarannya menggunakan يقول الله atau قال الله تعالى sedangkan Hadis Nabawi dinisbahkan kepada Rasulullah dengan memnggunakan redaksi قال رسول الله .


b. Perbedaan Al-Quran dengan Hadis Qudsi 



Qudsi adalah kata yang dinisbahkan kepada kata quds. Nisbah ini mengandung makna pengagungan. Dalam arti bahasa, kata ini menunjukkan kebersihan dan kesucian. Hadits Qudsi adalah apa-apa yang disandarkan oleh Nabi SAW kepada Allah Ta’ala. Maksudnya Nabi SAW meriwayatkan hadits tersebut dan mengatakan bahwa itu adalah kalamnya Allah. Rasulullah SAW menjadi rawi untuk kalam Allah tersebut dengan lafal beliau sendiri. Makanya kalau ada yang meriwayatkan hadits tersebut, dia harus menambahkan : 



١. عَنِ النَّبِىِّ – صلى الله عليه وسلم – فِيمَا يَرْوِيهِ عَنْ رَبِّهِ قَالَ ... 

٢. عَنِ النَّبِىِّ – صلى الله عليه وسلم – قَالَ قَالَ اللَّهُ تَعَالَى ... 

٣. أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – قَالَ يَقُولُ اللَّهُ تَعَالَى ... 

Ada beberapa perbedaan antara Quran dengan Hadis Qudsi dan yang terpenting ialah:[2]

1) Al-Qur`an adalah kalam Allah yang diturunkan dengan lafal Allah sendiri. Orang-orang Arab ditantang untuk membuat semisal Al-Quran. Tetapi mereka tak mampu membutanya meskipun hanya satu surat saja. Maka dari itu, Al-Qur`an adalah mukjizat. Sedangkan, Hadits Qudsi bukan merupakan mukjizat dan orang-orang Arab tidak ditantang untuk membuat yang semisalnya. 

2) Al-Qur`an itu hanya dinisbatkan kepada Allah. Maka dari itu, penyandarannya langsung kepada Allah: قال الله تعالى – يقول الله. Sedangkan, Hadits Qudsi terkadang diriwayatkan oleh Rasulullah SAW dengan dinisbatkan kepada Allah. Penisbatan ini menggunakan cara orang yang mengarang sehingga disebut dengan nisbat insya`/ nisbat yang dibuatkan seperti ucapan : قالاللهتعالىقالرسولالله صلى الله عليه وسلم. Terkadang pula diriwayatkan dengan dinisbatkan kepada Rasulullah tetapi nisbatnya adalah nisbat khabar karena nabi yang menyampaikan Hadis itu dari Allah. Maka dikatakan Rasulullah mengatakan mengenai apa yang diriwayatkan dari Tuhannya. 

3) Seluruh isi Al-Quran semuanya dinukil secara mutawatir sehingga kepastiannya sudah mutlak. Sedang hadis-hadis Qudsi kebanyakannya adalah khabar ahad, sehingga kepastiannya masih merupakan dugaan. Adakalanya hadis Qudsi itu shahih, terkadang hasan dan terkadang pula dhaif. 

4) Al-Quran dari Allah, baik lafal maupun maknanya. Maka ia adalah wahyu, baik dalam lafal ataupun maknannya. Sedang hadis Qudsi maknanya saja dari Allah sedangkan lafalnya dari Rasulullah SAW. Hadis Qudsi adalah wahyu dalam makna tetapi bukan dalam makna. Oleh sebab itu, menurut sebagian besar ahli hadis diperbolehkan meriwayatkan hadis Qudsi dengan maknanya saja. 

5) Membaca Al-Quran merupakan ibadah, karena itu ia dibaca dalm shalat . 

...فَاقْرَءُوا مَا تَيَسَّرَ مِنَ الْقُرْآَنِ... ﴿ المزمل : ٢٠﴾ 

artinya: 
“...Maka bacalah apa yang mudah bagimu dari Al-Quran...” 

مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللهِ كَتَبَ اللَّهُ فَلَهُ حَسَنَةٌ, وَاْلحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَلِهَا, لاَ أَقُولُ الم حَرْفٌ ، وَلَكِنِ أَلِفُ حَرْفٌ, وَاللاَّمُ حَرْفٌ, وَالْمِيمُ حَرْفٌ. ﴿ رواه الترمذى ﴾ 

artinya: 
“Barang siapa membaca satu huruf dari Al-Quran, dia akan memperoleh satu kebaikan . Dan kebaikan itu akan dibalas sepuluh kali lipat. Aku tidak mengatakan alif lam mim itu satu huruf. Tetapi alif satu huruf, lam satu huruf dan mim satu huruf”.[3]

Sedangkan hadis Qudsi tidak disuruh membacanya dalam shalat. Allah memberikan pahala membaca hadis Qudsi secara umum saja. Maka membaca hadis Qudsi tidak akan memperoleh pahala seperti yang disebutkan dalam hadis mengenai membaca Al-Quran bahwa pada setiap huruf mendapatkan sepuluh kebaikan. 

ENDNOTE

[1]Dr. H. Abdul Majid Khon, M.Ag, Ulumul Hadis (Jakarta: Amzah, 2009), bab Hadis dan Hubungannya dengan al-Quran, Hal. 14-15
[2]Manna Khalil Al-Qattan. Studi Ilmu-Ilmu Al-Quran (Bogor: Pustaka Lintera AntarNusa, 2004), bab Al-Quran, hal. 26-27
[3]Diriwayatkan oleh Tirmidzi dari Ibnu Mas’ud, yang mengatakan hadis itu Hasan dan Shahih

Presented by:


Free PDF Download [Poin C] [KLIK]
 photo IklanBannerSQBlogRUL.gif
Silahkan Bagi Tulisan Ini :
Comments
0 Comments

0 komentar:

Silahkan Komentar Sahabat.....

Insya Allah, Suara Anda akan Menjadi Wahana Perbaikan Selanjutnya pada Blog INI, Sukses Selalu SOBAT !!!

Previous Next Home
 
ADMIN : SQ BLOG - wahana ilmu dan amal HASRUL | FB RulHas - SulTra | TWITTER RulHas BS
Copyright © 2014. ZYIAR™ BS - All Rights Reserved
Support : Creating Website | Mas Template
Proudly powered by Blogger